Mental Health

 

MENTAL HEALTH

Banyak orang berpikir bahwa orang yang sehat adalah yang jarang sakit secara fisik. Namun perlu kita ketahui bahwa orang yang sehat adalah orang yang sehat dari kedua aspek yaitu jasmani dan rohaninya. Seperti yang dikatakan oleh pepatah latin “Mens Sana In Corpore Sano” yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

            Menurut saya sendiri, kesehatan yang harus dijaga tak hanya kesehatan dari fisik atau jasmaninya saja tapi juga kesehatan mental atau rohaninya. Justru, yang paling mempengaruhi dalam diri seseorang adalah dari kesehatan mentalnya, mengapa? Karena jika seseorang memiliki mental illness atau yang sering kita dengar yaitu penyakit mental tanpa sadar kita akan merasakan penyakit fisik.

            Misalnya saat kita mengalami penyakit mental kita akan stres, overthinking, gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang dapat mengarah pada perilaku buruk yang akan membuat stamina seseorang berkurang dan akhirnya sakit jasmani, selain itu bisa saja seseorang tersebut menyakit dirinya sendiri seperti self-cutting dan yang lainnya. Ada berbagai contoh gangguan kesehatan mental seperti stress, depresi, gangguan kecemasan, bipolar, ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder), dan masih banyak lagi.

            Tapi justru sebaliknya, jika kita hanya mengalami penyakit fisik seperti demam atau pusing itu tidak akan memengaruhi mental kita. Dari sini sudah dapat kita lihat bahwa kesehatan mental itu sangat penting.

            Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain.Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk.

Penyakit mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dapat merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain, namun juga dapat menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja. oleh sebab itu, sudah saatnya kita menjalankan pola hidup sehat

Terdapat beberapa jenis masalah kesehatan mental dan berikut ini adalah tiga jenis kondisi yang paling umum terjadi.

·       Stres adalah keadaan ketika seseorang mengalami tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental.Seseorang yang stres biasanya akan tampak gelisah, cemas, dan mudah tersinggung. Stres juga dapat mengganggu konsentrasi, mengurangi motivasi, dan pada kasus tertentu, memicu depresi

·       Gangguan Kecemasan adalah kondisi psikologis ketika seseorang mengalami rasa cemas berlebihan secara konstan dan sulit dikendalikan, sehingga berdampak buruk terhadap kehidupan sehari-harinya. pada penderita gangguan kecemasan, rasa cemas ini kerap timbul pada tiap situasi. Sebabnya orang yang mengalami kondisi ini akan sulit merasa rileks dari waktu ke waktu

·       Depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan penderitanya terus-menerus merasa sedih. Berbeda dengan kesedihan biasa yang umumnya berlangsung selama beberapa hari, perasaan sedih pada depresi bisa berlangsung hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.Selain memengaruhi perasaan atau emosi, depresi juga dapat menyebabkan masalah fisik, mengubah cara berpikir, serta mengubah cara berperilaku penderitanya. Tidak jarang penderita depresi sulit menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Bahkan pada kasus tertentu, mereka bisa menyakiti diri sendiri dan mencoba bunuh diri.

 

 

Bagi kalian yang ingin menghindari dan mencegah diri dari penyakit mental, inilah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan jiwa.

1.     Berhubungan baik dengan keluarga                                                                                                              Hubungan baik dengan keluarga merupakan salah satu hal yang sangat penting. Dukungan dan perhatian dari mereka tentu akan membuat Anda lebih bahagia. Selain itu, tak jarang konflik yang terjadi dengan keluarga dapat memicu terjadinya suatu gangguan jiwa.

2.     Mendekatkan diri dengan Tuhan

Salah satu kunci penting untuk menjaga kesehatan jiwa adalah ketenangan batin. Itu semua dapat diperoleh dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Orang-orang yang mendekatkan diri dengan Tuhan akan cenderung hidup lebih teratur dan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang justru dapat membahayakan kesehatan fisik dan mentalnya.

3.     Berpikir positif dan belajar dari kegagalan

Berusaha untuk berpikir positif dan menikmati segala proses kehidupan merupakan salah satu cara agar terhindar dari gangguan jiwa. Selain itu, jika Anda memperoleh suatu kegagalan, jangan jadikan itu sebagai alasan untuk menyerah. Namun, belajarlah dari kegagalan tersebut dan berusahalah untuk memperbaikinya pada masa yang akan datang.

4.     Menjaga hubungan baik dengan orang-orang sekitar

Selain lingkungan keluarga, orang-orang sekitar seperti tetangga, teman-teman, rekan kerja, dan orang-orang lain yang sering berinteraksi dengan Anda juga dapat menjadi faktor pemicu atau justru faktor pencegah suatu gangguan jiwa. Oleh karena itu, menjaga hubungan baik dengan orang-orang sekitar sangat penting.

5.     Mengungkapkan isi hati kepada orang yang dipercaya                                                                         Kebanyakan gangguan jiwa berawal dari masalah yang dipendam sendiri, sehingga lama-kelamaan menumpuk dan semakin membuat stres. Mengungkapkan isi hati kepada orang yang dipercaya –seperti pasangan, keluarga, teman, atau orang yang dipercaya lainya– akan sangat membantu meringankan masalah dan mencegah terjadinya gangguan jiwa.

6.     Menjauhkan diri dari perbuatan yang dapat merusak diri

Perbuatan-perbuatan yang dapat merusak diri seperti mengonsumsi narkoba dan melakukan tindakan kriminal sebenarnya merupakan suatu bumerang bagi diri sendiri. Hal tersebut dapat menjadi pemicu suatu masalah pada kemudian hari, salah satunya gangguan jiwa.

 

 

Tetapi jika seseorang sudah mengalami penyakit mental, maka harus di obat bukan lagi dicegah, salah satunya sengan cara psikoterapi

Psikoterapi adalah salah satu metode penanganan yang umum dilakukan untuk menangani berbagai masalah kejiwaan, seperti stres berat, depresi, dan gangguan cemas. Psikoterapi biasanya dilakukan perorangan, tapi terkadang juga bisa dilakukan secara berkelompok.

Psikoterapi merupakan salah satu langkah penanganan yang paling sering dilakukan oleh psikiater dan psikolog untuk menangani gangguan emosional atau masalah psikologis yang dirasakan oleh pasien.

·       Jenis-jenis Psikoterapi

Metode dan teknik psikoterapi yang dilakukan oleh psikolog atau psikiater ada banyak. Jenis terapi yang akan digunakan umumnya disesuaikan dengan kondisi pasien dan respon pasien terhadap psikoterapi.

Beberapa jenis psikoterapi yang cukup sering dilakukan, antara lain:

1. Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif bertujuan untuk mengevaluasi pola pikir, emosi, dan perilaku yang menjadi sumber masalah dalam kehidupan pasien. Setelah itu, dokter atau psikolog akan melatih pasien untuk merespon sumber masalah tersebut dengan cara yang positif.

Misalnya jika dulu pasien sering menggunakan obat-obatan atau minuman beralkohol untuk mengatasi stres, maka dengan psikoterapi ini, pasien akan dilatih untuk merespon stres dengan aktivitas yang lebih positif, misalnya berolahraga atau meditasi.

2. Terapi psikoanalitik dan psikodinamik

Jenis psikoterapi ini akan menuntun pasien melihat lebih dalam ke alam bawah sadarnya. Pasien akan diajak untuk menggali berbagai kejadian atau masalah yang selama ini terpendam dan tidak disadari.

Dengan cara ini, pasien dapat memahami arti dari setiap kejadian yang dialaminya. Pemahaman baru inilah yang akan membantu pasien dalam mengambil keputusan dan menghadapi berbagai masalah.

3. Terapi interpersonal

Jenis psikoterapi ini akan menuntun pasien untuk mengevaluasi dan memahami bagaimana cara pasien menjalin hubungan dengan orang lain, misalnya keluarga, pasangan, sahabat, atau rekan kerja. Terapi ini akan membantu pasien menjadi lebih peka saat berinteraksi atau menyelesaikan konflik dengan orang lain.

4. Terapi keluarga

Terapi ini dilakukan dengan melibatkan anggota keluarga pasien, khususnya jika pasien memiliki masalah psikologis yang berhubungan dengan masalah keluarga. Tujuannya agar masalah yang dihadapi pasien dapat diatasi bersama dan memperbaiki hubungan yang sempat retak antara pasien dan keluarga.

5. Hipnoterapi

Hipnoterapi adalah teknik psikoterapi yang memanfaatkan hipnosis untuk membantu pasien agar bisa mengendalikan perilaku, emosi, atau pola pikirnya dengan lebih baik.

 

 

 

 

 

 

Referensi

https://www.hipwee.com/narasi/mental-health-seberapa-pentingnya-itu/

https://lifestyle.kompas.com/read/2018/01/24/062000720/5-langkah-sederhana-belajar-mencintai-diri-sendiri?page=all

http://promkes.kemkes.go.id/pengertian-kesehatan-mental

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2698602/bagaimana-agar-terhindar-dari-gangguan-jiwa

https://www.alodokter.com/psikoterapi-untuk-mengatasi-gangguan-kesehatan-mental

 



 

 

 

 

 

 

 

Comments